Empat Kunci Sukses Pembangunan “Career Path”

Di zaman modern saat ini sebagian besar masyarakat telah mengenal aplikasi sosial media yang bernama Path. Path seringkali menjadi konsumsi sehari-hari anak muda jaman sekarang untuk meng-update status maupun apa yang mereka rasakan sehari-hari.

Dalam tujuannya sendiri, user dari Aplikasi Path dapat melakukan sharing moment apa saja yang mereka mau seperti, lagu, curhatan, foto, tempat/lokasi mereka berada.

Dalam dunia kerja saat ini, hampir seluruh karyawan mengenal istilah mengenai Career Path atau jalur karir. Jika aplikasi Path merupakan media untuk sharing dan curhat, namun kalau Career Path di dalam organisasi merupakan suatu metode pengembangan jalur karir karyawan yang sering menjadi curhatan teman-teman kantor.

Bila bicara mengenai career path, curhatan karyawan tidak jauh-jauh dari “apakah promosi diberikan karena faktor keberuntungan dan bukan dari penilaian kompetensi”, atau ada juga curhatan lain mengenai “apakah program pelatihan dapat membantu saya untuk promosi”.

Career Path saat ini masih menjadi harapan karyawan dalam mengembangkan karir mereka, sementara pada kenyataannya dalam dunia kerja, mekanisme jalur karir pada dasarnya tidak sesuai dengan harapan. Seringkali mutasi tidak berdasarkan jalur karir yang sudah sepakati dan hanya mengikuti selembar kertas putih yang bertuliskan Surat Keputusan.

Organisasi juga seringkali lebih memilih pro hire untuk pengisian jabatan-jabatan kosong. Karena itu, Turn over karyawan sering muncul karena di dalam mind set mereka adalah pengaturan jalur karir tidak ada gunanya lagi untuk sekarang dan perusahaan tidak lagi perlu mengembangkan talent secara internal dan berjenjang.

Kita harus menyadari bahwa Generasi Y serta Generasi Z saat ini sudah mulai masuk ke dalam lingkungan pekerjaan. Tipe dari Gen Y dan Gen Z adalah mereka yang membutuhkan kejelasan dalam jalur karir dalam Organisasi mereka bekerja.

Mereka adalah generasi yang penuh perhitungan serta ingin segala sesuatu instan. Oleh karena itu penting bagi Organisasi untuk membangun comprehensive career path serta diketahui oleh seluruh karyawan secara transparant, karena apabila career path di dalam organisasi tidak dibentuk dengan transparant, akan mengakibatkan kekecewaan karyawan, turnover yang tinggi, dan demotivasi dari karyawan.

Kunci utama keberhasilan Career Path adalah semua karyawan memiliki pandangan yang sama mengenai jalur karir yang ada di dalam Organisasi. Pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah apakah pembangungan career path merupakan tanggung jawab organisasi atau tanggung jawab karyawan? Jawaban yang tepat yaitu harus melihat kembali kuadran HR Champion dari Dave Ulrich dimana ada peran Administrative Expert, Strategic Champion, Change Agent dan Employee Champion.

Employee Champion menjelaskan bagaimana tanggung jawab HR, Line Manager serta karyawan sendiri dalam perihal peningkatan kompetensi serta engagement karyawan. Peran membangun jalur karir sama dengan membangun Employee Champion dan merupakan tanggung jawab HR, atasan serta karyawan itu sendiri untuk bertanggung jawab atas aspirasi dan minat dalam karirnya.

Career path atau jalur karir didefinisikan sebagai rangkaian posisi yang harus dilalui untuk mencapai tingkatan posisi tertentu dalam perusahaan. Jalur disusun berdasarkan profil kompetensi posisis (position competency profile) yang perlu dimiliki seseorang untuk menduduki suatu posisi tertentu. Secara umum jalur/jenjang karir yang diharapkan karyawan adalah berkembang secara vertikal, yaitu memulai bekerja pada usia 21 tahun atau fresh graduate; mengikuti peraturan dan persyaratan (kompetensi) yang telah ditetapkan perusahaan; menerima promosi dan penyesuaian remunerasi;  dan pensiun pada posisi manajemen puncak.

Tahapan umum yang dapat dilakukan Organisasi adalah 1) lakukan finalisasi atas struktur dan job profile, 2) Buat kompetensi model dan profil kompetensi baik core, managerial maupun teknis untuk masing-masing posisi, 3) Kelompokan posisi – posisi yang memiliki kompetensi teknis yang serupa ke dalam job family, 4) Susun jalur karir baik secara vertikal, diagonal dan lateral di dalam tiap job family.   Pembangungan career path untuk semua posisi merupakan pekerjaan besar namun bila Organisasi sudah membangun comprehensive career path yang clear maka dapat dipastikan karyawan mendapatkan kepastian mengenai Path yang akan dituju dalam karirnya.

Merilla Pramita

Head of HR Services of PT GML Performance Consulting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *