Mengukur Investasi di bidang SDM

Peran strategis pengelolaan sumber daya manusia di organisasi atau perusahaan apapun rasanya sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Peranan SDM dalam mendorong keberhasilan organisasi menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang harus dimiliki oleh setiap organisasi untuk dapat bersaing. Seperti halnya ketika organisasi ingin meningkatkan kapasitas produksi dengan membeli mesin produksi tambahan, maka organisasi harus berinvestasi terlebih dahulu sebelum merasakan peningkatan produksi yang diinginkan. Demikian juga halnya dengan investasi di bidang SDM, investasi harus dilakukan terlebih dahulu sebelum merasakan hasil yang positif. Tentunya pertanyaan yang paling penting adalah seberapa besar investasi yang harus dilakukan agar risiko bisa dijaga dengan baik atau seberapa cepat return on investment dapat dirasakan?

Jika investasi di bidang produksi atau pemasaran dapat dengan mudah diukur return on investment-nya, memang harus diakui mengukur return on investment di bidang SDM bukanlah sesuatu yang mudah, karena sering kali hasil positif baru bisa dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama, belum lagi komitmen untuk mengucurkan investasi juga bisa jadi cukup lama. Ambil contoh, mengembangkan management trainee yang banyak dilakukan oleh banyak perusahaan besar di Indonesia, dengan jangka waktu antara 1 – 2 tahun, kandidat diberikan pelatihan dan kesempatan untuk berprestasi sebelum akhirnya dipilih menjadi karyawan tetap. Bayangkan, jika di bidang produksi, mesin yang Anda beli baru menghasilkan hasil positif setelah 2 tahun, apakah Anda akan jadi membeli mesin tersebut?

Nah, disinilah perbedaan signifikan dalam investasi di bidang SDM, SDM adalah sumber daya yang mempengaruhi seluruh investasi organisasi lainnya. Tanpa SDM yang kompeten, mesin produksi yang sudah Anda beli dengan investasi besar tidak akan ada yang mengoperasikan atau bisa beroperasi tapi dengan mudah rusak dan perlu investasi tambahan.

Investasi di bidang SDM juga perlu dilakukan secara bijak dan memperhatikan kemampuan finansial organisasi, apalagi investasi di bidang SDM memiliki kecenderungan untuk terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk menjaga investasi di bidang SDM masih berada pada tingkatan yang optimal, ada banyak metrik yang bisa digunakan, misalnya Rasio Total Biaya SDM dibanding Total Biaya Operasional yang memberikan gambaran seberapa besar komitmen organisasi dalam melakukan investasi di bidang SDM dan sekaligus menjaga kenaikan rasio tersebut dari tahun ke tahun. Tentunya rasio ini tidak sama antar organisasi ataupun antar industri. Organisasi atau industri yang memiliki biaya membangun infrastruktur yang besar, misalnya konstruksi, mining/oil/gas (rasio sekitar 20-22%) atau biaya belanja yang besar, misalnya retail (rasio sekitar 18 – 20%), biasanya memiliki rasio yang lebih kecil dibanding organisasi atau perusahan yang berorientasi pelayanan dan lebih mengandalkan SDM, misalnya pendidikan atau healthcare (50-52%).

Terlepas dari rasio benchmark organisasi atau industri, satu hal yang terpenting dalam menjaga rasio ini adalah memastikan bahwa rasio ini masih berada di tingkatan sehat secara finansial internal organisasi. Peningkatan atau penurunan angka rasio ini haruslah merefleksikan tingkat komitmen investasi di bidang SDM dan tingkat kesanggupan finansial organisasi secara seimbang.

Rasio biaya ini menemani metrik pengukuran lain yang juga penting untuk dianalisa.  Komposisi pembiayaan SDM juga merupakan salah satu ukuran yang perlu untuk dilakukan, misalnya berapa persen biaya SDM dialokasikan untuk membiayai kompensasi dan pengembangan karyawan. Apakah persentase kompensasi yang lebih tinggi akan menghasilkan peningkatan kinerja yang lebih baik dibanding jika persentase pengembangan yang dinaikkan? Kesadaran organisasi untuk mengukur dengan akurat metrik di bidang SDM ini membantu pengambilan keputusan strategis dalam menentukan komitmen investasi di bidang SDM.

Berinvestasi di bidang SDM sudahlah merupakan persyaratan untuk bisa bersaing namun bukan berarti lebih besar investasi di bidang SDM berarti organisasi Anda akan lebih berhasil.  Keseimbangan dalam menjaga investasi dilakukan secara bijak dan tepat tujuan juga penting untuk diperhatikan. Let’s invest wisely!

Handoko Said

VP HR Services of PT. GML Performance Consulting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *