Pentingnya Organization Diagnostic Untuk Menjadi High Performance Organization (Hpo)

Dalam sebuah diskusi yang terjadi antara seorang kepala divisi dengan anggota tim divisinya muncullah beberapa pernyataan-pernyataan sebagai berikut:

Atasan:” bagaimana hasil pekerjaan yang diminta oleh Pak Dirut kemarin, apakah sudah beres?’.

Anggota tim: “ maaf pak kemarin hasilnya sangat tidak memuaskan pak”.

Atasan: “ Wah dasar b#d#h kamu, apakah Pak Dirut tahu kalau itu tidak memuaskan?”.

Anggota tim: “tidak pak

Atasan: “ Bagus, minimal Pak Dirut tidak tahu kalau itu tidak memuaskan”.

Anggota tim: ‘tapi anggota tim yang lain tahu pak kalau itu tidak memuaskan, dan mungkin juga akan sampai ke pak dirut

Atasan: “ wah b#d#h kamu. Tapi anggota tim divisi lain tahu itu kesalahanmu?”

Anggota tim: “tidak pak

Atasan: “ bagus kalau begitu

Anggota tim: “tapi kemungkinan mereka akan tahu juga

Atasan: “wah b#d#h kamu, ada anggota tim divisi lain yang bisa disalahin tidak?”

Anggota tim : “bisa pak

Atasan: “ Bagus kalau begitu, lain kali hati-hati

Ilustrasi di atas adalah contoh diskusi di dalam organisasi yang biasa disebut HPO yang bukan High Performance Organization tetapi High Politic Organization. Sebaliknya pada organisasi High Performance Organization, semua unsur-unsur dalam organisasi saling mendukung sehingga terciptanya suasana organisasi yang kondusif untuk berkinerja tinggi. Apabila terjadi kegagalan bukan menyalahkan pihak lain, tetapi segera bisa melakukan koreksi atau perbaikan.

Beberapa hari terakhir ini kita ditunjukkan bagaimana putra-putri pebulu-tangkis Indonesia berjuang untuk merebut piala Thomas. Sebuah kebanggaan sejak tahun 2010 Indonesia masuk kembali ke final piala Thomas meskipun tidak menjadi juara. Sebetulnya apa saja yang membuat seorang atlet atau tim atlet bisa sukses berlaga dalam pertandingan kelas dunia? Biasanya pertanyaannya terdiri dari empat hal dasar, bagaimana kemampuan strategi dan taktiknya? bagaimana kemampuan tekniknya? Bagaimana kemampuan fisiknya? bagaimana kemampuan mentalnya?

GML Performance Consulting menjabarkan ke-empat pertanyaan di atas dalam 6 unsur utama kesuksesan organisasi untuk bisa berkinerja tinggi. Pertama adalah  strategy nya yang jika diibaratkan pada diri sang atlet adalah strategi dan taktik dalam memenangkan pertandingan dan kejuaraan. Kedua adalah system dari organisasi itu. Jika diibaratkan pada atlet olahraga, system adalah tekniknya. Berikutnya adalah structure dan people, yang jika diibaratkan pada atlet adalah fisiknya. Terakhir culture dan Leadership yang jika diibaratkan pada atlet olahraga adalah mentalnya.

Di dalam organisasi, strategy berbicara mengenai kemampuan untuk melakukan analisa, pendefinisian yang jelas tentang misi, visi, tujuan jangka menengah, melakukan formulasi, penyelarasan ke semua lini dan melakukan eksekusi serta monitoringSystem berbicara mengenai pengelolaan proses, informasi, pengetahuan, dan inovasi di dalam organisasi. Structure berbicara mengenai struktur organisasi, pembagian tugas dan wewenang yang jelas. People berbicara mengenai sumber daya manusianya, proses rekruitmen, pembelajaran, pengelolaan talent, engagement, kinerja dan reward and recognition. Culture berbicara mengenai nilai-nilai dalam organisasi dan kemampuan mengelola perubahan dalam organisasi. Terakhir leadership berbicara mengenai peran para pemimpin dalam mendorong seluruh proses didalam organisasi agar bisa berkolaborasi, bersinergi, berjalan dengan baik dan benar.

Kita sering mendengar sebuah organisasi memiliki kemampuan membangun strategi yang tinggi tetapi pada akhirnya tidak bisa dieksekusi karena system, structure, people, culture dan leadership didalam organisasi tersebut tidak mendukung. Begitu juga sebaliknya sebuah organisasi tidak bisa tumbuh pesat jika tidak memiliki arahan strategy yang jelas mau kemana organisasi ini di masa datang.  Sama seperti atlet yang memiliki strategi yang jitu, tetapi kalau teknik, fisik maupun mentalnya tidak bagus akan sulit menjadi juara. Begitu juga sebaliknya atlet dengan kemampuan teknik bagus, fisik kuat dan mental bagus tetapi karena tidak memiliki strategi yang jitu akhirnya mudah  dikalahkan oleh lawan.

Bagaimana di perusahaan anda?Untuk tahu apakah organisasi kita mampu menjadi High Performance Organization atau organisasi yang berkinerja tinggi, maka kita dapat melakukan diagnosa mengenai apa saja yang akan menjadi pendorong maupun penghambat organisasi dengan metode Organizational Diagnostic. Selanjutnya kita bisa melakukan perbaikan pada komponen yang kemungkinan secara signifikan akan menghambat organisasi kita untuk berkinerja tinggi.

GODF

Djunaidi Baharudin

Chief of Consulting Services – GML Performance Consulting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *